Sunday, 13 July 2014

Luahan hati seorang anak untuk ayah

Hari ini 13/7/2014. Semalam aku balik kampung lagi menziarahi ayahanda tercinta. Kebetulan rumah pun dah siap, jadi dua dalam satu lah. Melihat kesihatan ayah yang semakin baik diusia hampir 85 tahun merupakan satu nikmat yang tak terhingga untuk seorang anak. Tak tahu apa yang menyebabkan ayah bersemangat kembali. Namun ssemuanya kuasa Allah SA.

Mengimbas kembali apa yang telah kami lalui bersama ayah bukanlah sesuatu yang indah. Ayah semasa muda barangkali tak punya banyak masa untuk kami. Mencari rezeki untuk keluarga, memerlukan ayah selalu keluar dari rumah dan kadang-kadang kami rasakan ketiadaan ayah lebih baik daripada ayah berada dirumah. Ayah sangat garang semasa kami kecil dan sehingga kudratnya masih kuat, dia tetap sebegitu. Tidak pedulikan kami samada ada atau tiada, sama saja baginya.

Kini, ayah sudah kehilangan banyak kudrat dan kehilangan banyak memori juga. Sedih sebab selama ini ayah yang kukenali bukan seperti itu. Ayah yang tegas, berlagak (kataku) dan tak suka menerima pendapat orang apatah lagi anak-anak. Pada ayah, dia semestinya betul Jangan sesekali bertentangan pendapat dengannya. Aku lah itu, orang yang selalu menjadi teman bergaduhnya.

Aku tak degil tapi banyak pendapat ayah yang aku sanggah tapi hairannya, ayah tak pernah marah walaupun aku beria-ia menegakkan apa yang aku kata betul walaupun bila kufikir kembali sekarang, memang tak betul pun. Aku selalu juga dimarahi mak sebab dia mengatakan aku anak kesayangan ayah. Tak tau, mungkin betul sebab apa saja permintaanku yang besar seperti pilihan hatiku sebagai suami, persekolahanku,ayah akan cuba tunaikan walaupun banyak permintaan kecil yang dia tak tunaikan.

Mungkin ada hikmahnya Allah memanjangkan usia ayah. Allah ingin ayah melihat hasil didikan emak terhadap kami. Dulu ayah tiada masa untuk kami tetapi ayah dapat melihat bagaimana kami hari ini.

Sayang ayah selamanya. Biarpun ayah dah menjadi seperti iklan burung murai tapi kami akan terus menjawab dan menjawab. Barangkali ayah bukan penyabar seperti ayah dalam iklan burung murai tapi kami anak-anak akan menjadi penyabar dan mengajar anak-anak kami supaya melayan soalan ayah yang berulang-ulang itu. Mula dahulu, anak-anakku ketawa dengan soalan ayah yang berulang tapi Alhamdulillah, kini mereka dah boleh menerimanya. Biarpun berapa ribu kali pun soalan yang sama dari tok ayah, anak-anak mama mesti menjawabnya. Ayah sangat pelupa. Ayah dah tak berselera untuk makan, ayah dah tak kuat untuk berjalan tapi suara ayah masih kuat untuk bercakap. Ayah masih tak lupa ayat-ayat alquran. Ayah mash tak lupa solat dan ayah masih tak lupa beribadat. Alhamdulilla.

1 comment:

Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)